Langsung ke konten utama

About Us

Selamat datang di Stories of The Journey!
Nama saya Nur Hadi Saputra, seorang mahasiswa Fakultas Dakwah di UIN Antasari Banjarmasin. Saya berasal dari Tamban, sebuah desa di Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Sejak merantau untuk menempuh pendidikan, saya mulai gemar menulis sebagai cara untuk merekam perjalanan hidup, menuangkan pemikiran, dan merenungkan pengalaman-pengalaman yang saya temui di perantauan. Blog ini lahir dari keinginan sederhana: menjadikan setiap cerita sebagai bentuk syukur dan refleksi atas perjalanan hidup yang terus berjalan.

✦ Tujuan Blog Ini

Blog ini saya buat sebagai media refleksi dan dokumentasi perjalanan hidup—baik dalam bentuk pengalaman, pemikiran, maupun nilai-nilai yang saya temui dalam keseharian. Saya percaya bahwa setiap langkah kecil dalam hidup kita mengandung makna, dan melalui tulisan, saya ingin membagikannya kepada siapa saja yang berkenan membaca.


✦ Apa yang Akan Kamu Temukan di Sini

Di Stories of The Journey, kamu akan menemukan:

  • Cerita perjalanan hidup dan pembelajaran

  • Pengalaman organisasi dan kehidupan mahasiswa

  • Refleksi keislaman dan spiritualitas

  • Kisah-kisah sederhana dengan pesan bermakna


✦ Nilai dan Gaya Penulisan

Tulisan-tulisan di blog ini saya buat dengan bahasa yang santai namun bermakna. Saya mencoba jujur dalam setiap cerita dan membiarkannya mengalir dari hati. Blog ini bukan tempat untuk menjadi sempurna, tapi ruang untuk terus belajar dan berkembang.


✦ Harapan untuk Pembaca

Saya berharap blog ini bisa menjadi teman seperjalanan bagi siapa pun yang sedang mencari makna, mengalami perjuangan, atau sekadar ingin membaca kisah nyata dari sudut pandang orang biasa. Jika kamu merasa terhubung dengan tulisan di sini, jangan ragu untuk meninggalkan komentar atau berdiskusi.


Terima kasih sudah singgah.
Semoga setiap cerita di sini memberi cahaya, walau hanya sedikit.

Salam hangat,
Nur Hadi Saputra

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mubes KMKB 2025: Lahirnya Kepemimpinan Baru di Tengah Apresiasi Teladan

Banjarmasin, 06 Desember 202 5 — Musyawarah Besar (Mubes) Kerukunan Mahasiswa Kabupaten Barito Kuala (KMKB) telah sukses diselenggarakan, menjadi forum tertinggi yang tidak hanya menetapkan arah organisasi tetapi juga mengapresiasi kinerja terbaik kepengurusan sebelumnya. Mubes yang digelar di Banjarmasin , tepatnya di Asrama Putra Barito Kuala (Sekretariat KMKB) ini menghasilkan keputusan penting dan memilih Ketua Umum periode 2025/2026. Acara dibuka dengan penuh semangat kekeluargaan, dihadiri oleh alumni, perwakilan pemerintah daerah, dan seluruh anggota aktif KMKB. Setelah pembukaan resmi, sesi dilanjutkan dengan penyerahan palu sidang kepada Presidium Sidang Sementara untuk memimpin sidang awal. Agenda utama sidang awal adalah pengesahan tata tertib dan pemilihan Presidium Sidang Tetap. Setelah disepakati, Mubes dipimpin secara resmi oleh tiga orang Presidium Sidang Tetap, yang bertugas memastikan jalannya seluruh sidang berjalan lancar, demokratis, dan sesuai tata tertib...

Catatan Awal Perjalanan: Dari Tamban ke Banjarmasin, Dari Anak Daerah Menjadi Mahasiswa Dakwah

  Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Perkenalkan, saya Nur Hadi Saputra , lahir di Tamban , Kabupaten Barito Kuala , Kalimantan Selatan, pada 11 Maret 2005 . Saya adalah anak sulung dari dua bersaudara. Ayah saya, Syamsuri , bekerja sebagai pegawai swasta di perusahaan PLN, sementara ibu saya, Maria Fitriani , adalah seorang ibu rumah tangga yang selalu menjadi sosok teladan dalam kehidupan saya. Saya juga memiliki seorang adik laki-laki, Khaidir Nauval Saputra , yang selalu menjadi sahabat dan partner belajar dalam keluarga kecil kami. Perjalanan pendidikan saya dimulai dari PAUD Harapan Bangsa , dilanjutkan ke TK Pertiwi , kemudian menempuh pendidikan dasar dan menengah di SDN Purwosari I-1 , MTsN 6 Barito Kuala , dan MAN 3 Barito Kuala . Setiap jenjang pendidikan memberi saya pelajaran hidup yang berbeda dan membentuk cara pandang saya dalam menyikapi dunia. Kini, saya tengah menjalani peran sebagai mahasiswa di UIN Antasari Banjarmasin , tepatnya di Fakultas Dakwah d...

Dua Bulan Sekali, Kita Saling Belajar: Catatan kecil tentang voli, kebersamaan, dan cerita tumbuh bersama di asrama

Hari itu, matahari tenggelam sedikit lebih lambat dari biasanya, seolah mengerti bahwa kami masih ingin tertawa lebih lama. Langit belum sepenuhnya gelap ketika kami berkumpul di lapangan berpasir antara Asput dan Astri. Di sinilah tempat kami membiarkan diri lepas dari rutinitas kuliah, laporan, dan tugas-tugas panjang yang terkadang membuat lupa bagaimana caranya bernapas dengan tenang. Pertandingan voli antar asrama memang bukan acara besar. Tidak ada piala, tidak ada penonton dari luar, bahkan kadang tidak ada skor yang benar-benar dihitung dengan serius. Tapi justru karena kesederhanaannya, ia terasa begitu hangat. Seperti pelukan kecil dari hari-hari sibuk yang terlalu cepat berlalu. Aku bukan pemain hebat. Terkadang aku hanya duduk di pinggir lapangan, menyemangati teman-teman, atau tertawa ketika bola meleset jauh dari sasaran. Tapi di situlah letak indahnya kebersamaan. Kami tidak datang untuk menjadi sempurna. Kami datang untuk saling hadir. Setiap pertandingan mengajarkan ha...