Langsung ke konten utama

Mubes KMKB 2025: Lahirnya Kepemimpinan Baru di Tengah Apresiasi Teladan

Banjarmasin, 06 Desember 2025 — Musyawarah Besar (Mubes) Kerukunan Mahasiswa Kabupaten Barito Kuala (KMKB) telah sukses diselenggarakan, menjadi forum tertinggi yang tidak hanya menetapkan arah organisasi tetapi juga mengapresiasi kinerja terbaik kepengurusan sebelumnya. Mubes yang digelar di Banjarmasin, tepatnya di Asrama Putra Barito Kuala (Sekretariat KMKB) ini menghasilkan keputusan penting dan memilih Ketua Umum periode 2025/2026.

Acara dibuka dengan penuh semangat kekeluargaan, dihadiri oleh alumni, perwakilan pemerintah daerah, dan seluruh anggota aktif KMKB. Setelah pembukaan resmi, sesi dilanjutkan dengan penyerahan palu sidang kepada Presidium Sidang Sementara untuk memimpin sidang awal. Agenda utama sidang awal adalah pengesahan tata tertib dan pemilihan Presidium Sidang Tetap.

Setelah disepakati, Mubes dipimpin secara resmi oleh tiga orang Presidium Sidang Tetap, yang bertugas memastikan jalannya seluruh sidang berjalan lancar, demokratis, dan sesuai tata tertib. Mereka adalah: Nur Hadi Saputra Sebagai Presidium I (Mahasiswa Prodi Bimbingan Penyuluhan Islam), Arbaiyah Sebagai Presidium II (Mahasiswa Prodi Managemen Pendidikan Islam) dan Luthfi Anur Ikhsan Sebagai Presidium III (Mahasiswa Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah) di Kampus UIN Antasari Banjarmasin

Sidang Pleno 1 fokus pada penetapan dan pengesahan Tata Tertib (Tatib) Musyawarah Besar. Semua poin Tatib dibahas dan disepakati bersama oleh peserta Mubes sebagai acuan resmi dalam mengambil keputusan, termasuk mekanisme pemilihan Ketua Umum.

Pleno 2 adalah Sidang Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Pengurus Periode Sebelumnya. Ketua Umum demisioner menyampaikan secara rinci pencapaian program kerja dan kondisi keuangan organisasi. Setelah sesi tanggapan dan evaluasi yang konstruktif dari anggota forum, laporan tersebut diterima.

Pleno 3 merupakan Sidang Pembahasan dan Pengesahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Dalam sesi ini, konstitusi organisasi dibedah dan disempurnakan. Pembahasan krusial ini bertujuan memastikan KMKB memiliki landasan hukum organisasi yang kuat dan relevan untuk periode kepengurusan mendatang. Setelah melalui perbaikan yang komprehensif, AD/ART KMKB disahkan oleh forum Mubes.

Pleno 4 adalah sesi paling ditunggu, yaitu Sidang Pemilihan Ketua Umum. Presidium Sidang mengumumkan hasil verifikasi berkas dan menetapkan lima bakal calon yang telah terpilih melalu votting sesi pertama:

1.     Muhamad Ilmi Mubarak (Dengan Perolehan 13 dari 31 Suara)

2.     Ahmad Helmy Rifani (Dengan Perolehan 6 dari 31 Suara)

3.     Muhammad Ansyari (Dengan Perolehan 5 dari 31 Suara)

4.     A Zaini (Dengan Perolehan Suara 4 dari 31 Suara)

5.     N Arifin H (Dengan Perolehan Suara 3 dari 31 Suara)

Setelah meraka menyampaikan garis besar akan dibawa kemana KMKB kedepannya, hanya tiga calon yang dinyatakan lolos melalui voting kedua dan berhak maju ke tahap penyampaian visi dan misi:

1.     Muhammad Ilmi Mubarak (Mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah)

2.     Ahmad Helmy Rifani (Mahasiswa Prodi Pendididkan Agama Islam)

3.     Muhammad Ansyari (Mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah

Sebelum ketiga calon menyampaikan visi dan misinya, Mubes memberikan apresiasi kepada pengurus periode sebelumnya: Pengurus Teladan Putra: Ahmad Helmy Rifani, Pengurus Teladan Putri: Noor Hikmah dan Bidang Terfavorit: Bidang Keagamaan.

Setelah momen apresiasi, ketiga calon ketua umum menyampaikan gagasan dan program unggulan mereka. Visi dan misi yang disampaikan Ilmi, Helmy, dan Ansyari menunjukkan komitmen kuat untuk memajukan KMKB dan meningkatkan peran mahasiswa Batola di Banjarmasin.

Setelah proses singkat dan tanya jawab yang terbuka, Presidium Sidang membuka sesi pemungutan suara. Berdasarkan hasil perhitungan suara yang sah, forum Mubes dengan bangga menetapkan: Muhammad Ilmi Muabarak dan Ahmad Helmy Rifani sebagai Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum Kerukunan Mahasiswa Kabupaten Barito Kuala (KMKB) Periode 2025/2026 terpilih. Terpilihnya Pasangan Muhammad Ilmi Mubarak dan Ahmad Helmy Rifani  diharapkan membawa angin segar dan semangat baru bagi KMKB. Seluruh rangkaian Mubes KMKB 2025 ditutup dengan serah terima jabatan secara simbolis dan harapan agar kepengurusan yang baru dapat melanjutkan tradisi kekeluargaan serta menciptakan inovasi yang berdampak positif bagi masyarakat Kabupaten Barito Kuala.

 

Penulis: Nur Hadi Saputra

Editor: Nur Hadi Saputra

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Awal Perjalanan: Dari Tamban ke Banjarmasin, Dari Anak Daerah Menjadi Mahasiswa Dakwah

  Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Perkenalkan, saya Nur Hadi Saputra , lahir di Tamban , Kabupaten Barito Kuala , Kalimantan Selatan, pada 11 Maret 2005 . Saya adalah anak sulung dari dua bersaudara. Ayah saya, Syamsuri , bekerja sebagai pegawai swasta di perusahaan PLN, sementara ibu saya, Maria Fitriani , adalah seorang ibu rumah tangga yang selalu menjadi sosok teladan dalam kehidupan saya. Saya juga memiliki seorang adik laki-laki, Khaidir Nauval Saputra , yang selalu menjadi sahabat dan partner belajar dalam keluarga kecil kami. Perjalanan pendidikan saya dimulai dari PAUD Harapan Bangsa , dilanjutkan ke TK Pertiwi , kemudian menempuh pendidikan dasar dan menengah di SDN Purwosari I-1 , MTsN 6 Barito Kuala , dan MAN 3 Barito Kuala . Setiap jenjang pendidikan memberi saya pelajaran hidup yang berbeda dan membentuk cara pandang saya dalam menyikapi dunia. Kini, saya tengah menjalani peran sebagai mahasiswa di UIN Antasari Banjarmasin , tepatnya di Fakultas Dakwah d...

Dua Bulan Sekali, Kita Saling Belajar: Catatan kecil tentang voli, kebersamaan, dan cerita tumbuh bersama di asrama

Hari itu, matahari tenggelam sedikit lebih lambat dari biasanya, seolah mengerti bahwa kami masih ingin tertawa lebih lama. Langit belum sepenuhnya gelap ketika kami berkumpul di lapangan berpasir antara Asput dan Astri. Di sinilah tempat kami membiarkan diri lepas dari rutinitas kuliah, laporan, dan tugas-tugas panjang yang terkadang membuat lupa bagaimana caranya bernapas dengan tenang. Pertandingan voli antar asrama memang bukan acara besar. Tidak ada piala, tidak ada penonton dari luar, bahkan kadang tidak ada skor yang benar-benar dihitung dengan serius. Tapi justru karena kesederhanaannya, ia terasa begitu hangat. Seperti pelukan kecil dari hari-hari sibuk yang terlalu cepat berlalu. Aku bukan pemain hebat. Terkadang aku hanya duduk di pinggir lapangan, menyemangati teman-teman, atau tertawa ketika bola meleset jauh dari sasaran. Tapi di situlah letak indahnya kebersamaan. Kami tidak datang untuk menjadi sempurna. Kami datang untuk saling hadir. Setiap pertandingan mengajarkan ha...