Langsung ke konten utama

Catatan Awal Perjalanan: Dari Tamban ke Banjarmasin, Dari Anak Daerah Menjadi Mahasiswa Dakwah


 Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Perkenalkan, saya Nur Hadi Saputra, lahir di Tamban, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, pada 11 Maret 2005. Saya adalah anak sulung dari dua bersaudara. Ayah saya, Syamsuri, bekerja sebagai pegawai swasta di perusahaan PLN, sementara ibu saya, Maria Fitriani, adalah seorang ibu rumah tangga yang selalu menjadi sosok teladan dalam kehidupan saya. Saya juga memiliki seorang adik laki-laki, Khaidir Nauval Saputra, yang selalu menjadi sahabat dan partner belajar dalam keluarga kecil kami.

Perjalanan pendidikan saya dimulai dari PAUD Harapan Bangsa, dilanjutkan ke TK Pertiwi, kemudian menempuh pendidikan dasar dan menengah di SDN Purwosari I-1, MTsN 6 Barito Kuala, dan MAN 3 Barito Kuala. Setiap jenjang pendidikan memberi saya pelajaran hidup yang berbeda dan membentuk cara pandang saya dalam menyikapi dunia.

Kini, saya tengah menjalani peran sebagai mahasiswa di UIN Antasari Banjarmasin, tepatnya di Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Program Studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI). Saya memilih jurusan ini karena tertarik pada dunia dakwah, bimbingan, serta penyuluhan sosial keagamaan. Saya percaya bahwa ilmu ini akan menjadi bekal penting dalam membantu masyarakat menemukan solusi, arah hidup, dan keseimbangan spiritual.

Di luar kegiatan akademik, saya aktif mengikuti berbagai organisasi yang turut membentuk karakter, keterampilan, dan jaringan sosial saya.
Saya pernah menjadi bagian dari Komunitas Payung Dakwah (KPD), organisasi kaderisasi di lingkungan kampus UIN Antasari. Di sana, saya bergabung di bidang Sosial dan Keagamaan (SOSGAM), terlibat dalam kegiatan seperti pengajian, bakti sosial, dan program-program dakwah mahasiswa.

Selain itu, saya juga berperan sebagai anggota bidang Sosial, Amal, dan Lingkungan (SOSMAL) di Himpunan Mahasiswa Jurusan Bimbingan Penyuluhan Islam (HMJ BPI). HMJ menjadi wadah untuk menyalurkan aspirasi, mengembangkan potensi diri, serta berkontribusi langsung bagi kemajuan jurusan kami.

Di luar kampus, saya masih aktif di organisasi daerah, yaitu Kerukunan Mahasiswa Kabupaten Barito Kuala (KMKB). Organisasi ini menjadi tempat berkumpulnya mahasiswa perantau asal Barito Kuala yang menempuh studi di Banjarmasin. Di KMKB, saya mengemban amanah sebagai Ketua Bidang Pengembangan Pengurus dan Mahasiswa (PPM), yang fokus pada pembinaan internal, peningkatan kapasitas kader, serta memperkuat solidaritas antaranggota.

Selain kuliah dan organisasi, saya juga memiliki dua hobi utama yang sering saya tekuni, yaitu bermain game dan menulis blog pribadi ini. Bagi saya, game adalah hiburan yang mengasah strategi dan refleksi diri, sementara menulis adalah wadah untuk menuangkan gagasan, pengalaman, hingga perenungan tentang hidup dan nilai-nilainya.

Blog ini saya ciptakan sebagai ruang refleksi dan berbagi. Di sini, saya akan menulis cerita sederhana dari sudut pandang seorang mahasiswa yang sedang belajar memahami hidup, tumbuh, dan bermimpi. Semoga apa yang saya tulis dapat menjadi catatan kecil yang berarti, bukan hanya untuk saya, tetapi juga untuk siapa pun yang membacanya.

Terima kasih telah mampir. Jangan sungkan untuk menyapa atau berdiskusi di kolom komentar.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mubes KMKB 2025: Lahirnya Kepemimpinan Baru di Tengah Apresiasi Teladan

Banjarmasin, 06 Desember 202 5 — Musyawarah Besar (Mubes) Kerukunan Mahasiswa Kabupaten Barito Kuala (KMKB) telah sukses diselenggarakan, menjadi forum tertinggi yang tidak hanya menetapkan arah organisasi tetapi juga mengapresiasi kinerja terbaik kepengurusan sebelumnya. Mubes yang digelar di Banjarmasin , tepatnya di Asrama Putra Barito Kuala (Sekretariat KMKB) ini menghasilkan keputusan penting dan memilih Ketua Umum periode 2025/2026. Acara dibuka dengan penuh semangat kekeluargaan, dihadiri oleh alumni, perwakilan pemerintah daerah, dan seluruh anggota aktif KMKB. Setelah pembukaan resmi, sesi dilanjutkan dengan penyerahan palu sidang kepada Presidium Sidang Sementara untuk memimpin sidang awal. Agenda utama sidang awal adalah pengesahan tata tertib dan pemilihan Presidium Sidang Tetap. Setelah disepakati, Mubes dipimpin secara resmi oleh tiga orang Presidium Sidang Tetap, yang bertugas memastikan jalannya seluruh sidang berjalan lancar, demokratis, dan sesuai tata tertib...

Dua Bulan Sekali, Kita Saling Belajar: Catatan kecil tentang voli, kebersamaan, dan cerita tumbuh bersama di asrama

Hari itu, matahari tenggelam sedikit lebih lambat dari biasanya, seolah mengerti bahwa kami masih ingin tertawa lebih lama. Langit belum sepenuhnya gelap ketika kami berkumpul di lapangan berpasir antara Asput dan Astri. Di sinilah tempat kami membiarkan diri lepas dari rutinitas kuliah, laporan, dan tugas-tugas panjang yang terkadang membuat lupa bagaimana caranya bernapas dengan tenang. Pertandingan voli antar asrama memang bukan acara besar. Tidak ada piala, tidak ada penonton dari luar, bahkan kadang tidak ada skor yang benar-benar dihitung dengan serius. Tapi justru karena kesederhanaannya, ia terasa begitu hangat. Seperti pelukan kecil dari hari-hari sibuk yang terlalu cepat berlalu. Aku bukan pemain hebat. Terkadang aku hanya duduk di pinggir lapangan, menyemangati teman-teman, atau tertawa ketika bola meleset jauh dari sasaran. Tapi di situlah letak indahnya kebersamaan. Kami tidak datang untuk menjadi sempurna. Kami datang untuk saling hadir. Setiap pertandingan mengajarkan ha...